POST POWER SYNDROME (PPS): Pengertian, Gejala, Contoh Dan Cara Mengatasinya

Posting Komentar

post power syndrome

Pengertian Post Power Syndrome

Post-power syndrome adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi psikologis dan emosional yang dialami seseorang setelah kehilangan posisi kekuasaan atau kejayaan yang signifikan. Hal ini dapat terjadi pada individu yang sebelumnya memiliki jabatan tinggi dalam pemerintahan, bisnis, atau bidang lainnya, namun kemudian harus melepaskan posisi tersebut.

Syndrome ini biasanya melibatkan perasaan kehilangan, kebingungan, dan ketidaknyamanan yang kuat. Seseorang mungkin merasa tidak relevan atau tidak berarti setelah kehilangan apa yang biasanya mereka definisikan sebagai identitas mereka. Mereka juga mungkin mengalami kesulitan dalam menetapkan tujuan baru atau menemukan makna dalam hidup mereka.

Post-power syndrome juga dapat menyebabkan gejala fisik seperti kelelahan, gangguan tidur, dan berkurangnya energi. Seseorang mungkin juga mengalami kecemasan dan depresi, serta kesulitan beradaptasi dengan perubahan peran dan rutinitas dalam kehidupan sehari-hari.

Gejala Post Power Syndrome

Post power syndrome (PPS) adalah kondisi yang sering muncul setelah orang mengalami periode yang cukup panjang dalam posisi kekuasaan atau memiliki pengaruh besar. 

Gejala yang muncul dalam PPS dapat bervariasi, tetapi beberapa gejala umum yang dapat ditemukan antara lain:

  • Kehilangan motivasi dan tujuan hidup. Setelah mengalami kekuasaan yang besar, seseorang mungkin merasa kehilangan motivasi dan merasa tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.
  • Perasaan kelelahan kronis. Menjalankan tugas-tugas yang berat dan mendapatkan tekanan yang besar dalam posisi kekuasaan dapat menyebabkan kelelahan yang kronis setelah posisi tersebut berakhir.
  • Kesulitan dalam mengambil keputusan sehari-hari. Setelah membiasakan diri dengan mengambil keputusan yang besar dan kompleks, penderita PPS mungkin merasa kesulitan dalam membuat keputusan-keputusan sehari-hari yang lebih kecil.
  • Perasaan kehilangan identitas. Kehilangan posisi kekuasaan yang terkait dengan identitas seseorang dapat menyebabkan perasaan kehilangan diri dan identitas.
  • Gejala depresi, seperti perasaan sedih, kurang energi, perubahan pola tidur, penurunan nafsu makan, dan perasaan putus asa.
  • Gangguan tidur. Penderita PPS sering mengalami kesulitan tidur atau gangguan tidur, seperti insomnia atau tidur yang tidak nyenyak.
  • Keengganan untuk menerima kehilangan kekuasaan. Seseorang yang mengalami PPS mungkin merasa sulit menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi memiliki posisi kekuasaan yang sama seperti sebelumnya.
  • Penurunan kepercayaan diri. Kehilangan posisi kekuasaan dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang dan membuat mereka merasa tidak kompeten atau tidak berarti lagi.

Gejala-gejala PPS dapat sangat beragam dan bergantung pada individu. Penting untuk mencari dukungan dan membicarakan perasaan atau gejala yang dialami dengan profesional kesehatan mental jika mengalami gejala-gejala yang signifikan setelah kehilangan posisi kekuasaan.

Contoh Post Power Syndrome

Post power syndrome (PPS) adalah kondisi emosional dan psikologis yang dialami oleh seseorang setelah kehilangan atau melepaskan kekuasaan, posisi, atau jabatan yang signifikan. 

Berikut ini adalah contoh Post Power Syndrome:

  • Seorang politikus yang mengalami PPS mungkin merasa kehilangan identitasnya karena tidak lagi menjadi pemimpin dan tidak lagi memiliki pengaruh politik yang besar.
  • Seorang CEO yang mengalami PPS mungkin merasa tidak berdaya karena tidak lagi memiliki kontrol penuh atas perusahaan dan tidak lagi dihormati oleh karyawan.
  • Seorang selebriti yang mengalami PPS mungkin mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari setelah berada di pusat perhatian publik. Mereka mungkin merasa kesepian dan merindukan perhatian yang mereka terima saat masih terkenal.
  • Seorang atlet yang mengalami PPS mungkin merasa kehilangan motivasi dan tujuan dalam hidup. Mereka mungkin merasa frustrasi karena tidak lagi menjadi pusat perhatian dan tidak lagi meraih prestasi yang sama.
  • Seorang mantan petugas militer yang mengalami PPS mungkin mengalami trauma pasca perang dan kesulitan dalam beradaptasi kembali ke kehidupan sipil. Mereka mungkin merasa kehilangan tujuan hidup serta kesulitan dalam menjalin hubungan sosial.
  • Seorang dokter yang pensiun mungkin merasa kehilangan tujuan hidup dan merasa tidak berguna karena tidak lagi memberikan kontribusi dalam dunia medis. Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam menemukan makna dan tujuan baru dalam hidup mereka.

PPS adalah kondisi yang kompleks dan dapat berkaitan dengan perasaan kehilangan, depresi, kecemasan, dan kehilangan motivasi. Penting bagi individu yang mengalami PPS untuk mencari dukungan psikologis dan emosional untuk membantu mereka menavigasi transisi dan menemukan makna baru dalam hidup mereka.

Cara Mengatasi Post Power Syndrome

Post power syndrome adalah kondisi yang bisa terjadi ketika seseorang mengalami perasaan penurunan energi fisik dan emosional setelah menghadapi situasi atau peran yang membutuhkan banyak tenaga. 

Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi Post Power Syndrome

  • Istirahat yang cukup: Berikan tubuh Anda waktu untuk pulih dan mengembalikan energi. Prioritaskan tidur yang cukup dan pastikan Anda memiliki jadwal istirahat yang teratur.
  • Atur harapan yang realistis: Jangan membebankan diri Anda dengan terlalu banyak tugas atau tanggung jawab. Belajarlah untuk mengatur batas diri dan mengenali tanda-tanda kelelahan.
  • Kelola stres: Temukan cara untuk mengurangi stres setelah menghadapi situasi yang membutuhkan banyak energi. Lakukan aktivitas yang menenangkan seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga.
  • Jaga keseimbangan yang sehat: Pastikan Anda menjaga pola makan yang seimbang dan bernutrisi serta tetap terhidrasi dengan baik. Hindari konsumsi makanan berlebihan atau bergerak ke arah yang tidak sehat.
  • Temukan cara untuk relaksasi: Cari kegiatan yang membantu Anda untuk rileks dan mengurangi ketegangan setelah menghadapi situasi power. Misalnya, melakukan hobbi yang Anda nikmati, seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau bermain game.
  • Berkomunikasi dengan orang terdekat: Bicaralah dengan orang terdekat Anda tentang perasaan Anda setelah menghadapi situasi yang membutuhkan banyak energi. Memiliki dukungan sosial yang kuat dapat membantu Anda mengatasi perasaan penurunan energi.
  • Tetapkan batasan waktu: Jangan biarkan diri Anda terus-menerus terjebak dalam situasi yang membutuhkan energi yang besar. Tetapkan batasan waktu untuk diri sendiri dan siapkan waktu untuk istirahat dan pemulihan.
  • Lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan: Dalam batas kemampuan Anda, cobalah untuk tetap aktif dengan melakukan aktivitas fisik yang Anda nikmati, seperti berjalan-jalan, bersepeda, atau berenang. Aktivitas fisik dapat membantu membangkitkan energi dan memperbaiki mood.
  • Konsultasikan dengan profesional: Jika simptom post power syndrome bersifat kronis dan mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan seperti dokter atau psikolog. Mereka dapat memberikan bantuan dan saran yang lebih khusus sesuai dengan kebutuhan Anda.

Penutup

Penting untuk mencari dukungan dan bantuan profesional jika seseorang mengalami post-power syndrome. Psikoterapi, konseling, dan dukungan dari teman dan keluarga dapat membantu individu dalam mengatasi perasaan negatif dan menemukan makna baru dalam hidup setelah kehilangan kekuasaan.
Fillamenta
Saya adalah seorang Penulis, Musik Terapis, Music Arranger dan Pemain Violin. Mengajar Kursus violin secara daring atau online dan meng-aransemen beberapa orkestra, bigband dan band. Bersama tim saya juga aktif meneliti yang berhubungan dengan musik dan psikologi

Related Posts

Posting Komentar